17/12/16

Minimnya “Quality Time” Dalam Keluarga

Tags
Kelurga, harmonis, quality, time

Jaman sekarang ini banyak sekali anak lebih suka menghabiskan waktunya dihadapan laptop atau gadget daripada berkumpul bersama teman atau keluarga. Fenomena ini terus berkembang dan menjadi kebiasaan terutama bagi generasi muda yang sejak kecil sudah dimanjakan oleh permainan game yang tidak melibatkan emosional secara sosial dalam diri anak.

Kesibukan orang tua dalam pekerjaan ikut andil besar dalam membentuk karakter anak. Dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka suami-istri akan melakukan apa saja untuk mencari uang sebanyak-banyaknya sehingga kehabisan waktu untuk menyapa serta mencurahkan kasih sayangnya kepada anak.

Kehidupan di kota besar dengan kemacetan serta polusi udara yang semakin parah akan mudah untuk memicu kemarahan seseorang. Seringkali orang akan mudah marah ketika tersenggol atau hak-hak pribadinya tidak terpenuhi. Hal ini disebabkan karena penuhnya pikiran dan jadwal pekerjaan serta situasi lingkungan yang kacau dan tidak bersahabat.

Kondisi ini juga mudah sekali memicu pertengkaran dalam keluarga, suami dengan mudah menyalahkan istri begitu juga sebaliknya dan lagi-lagi anak akan menjadi korban dari situasi dan kondisi yang terbentuk dari tuntutan hidup saat ini.

Apakah kamu mengalami kondisi seperti ini?

Kondisi ini hampir dialami oleh sebagian keluarga di Indonesia. Karena tingkat kebutuhan keluarga yang terus meningkat serta gaya hidup yang semakin mahal. Orang lebih mengutamakan gaya daripada nilai kebutuhan, sebagai contoh kecil: Handphone, orang akan selalu mengupdate handphonenya untuk sekedar mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan jaman daripada melihat dari segi kebutuhan yaitu untuk menelfon dan SMS.

Gaya hidup tidak terkontrol inilah yang menyebabkan orang terus berjuang mencari uang sebanyak-banyaknya hingga kekurangan “Quality Time” dalam keluarga. Waktu yang tersisa untuk keluarga sangat minim dan lebih diperparah lagi, ketika memiliki waktu luang lebih dihabiskan untuk kepentingan pribadi seperti bermain gadget sendiri tanpa ada komunikasi yang produktif dalam keluarga.

Menjaga Keutuhan Keluarga dengan Quality Time.

Quality time dalam keluarga sangat dibutuhkan untuk membangun keluarga yang harmonis dan membentuk karakter anak yang lebih peduli. Dengan belaian kasih sayang, maka hal tersebut akan memberikan rangsangan pada anak untuk mengembangkan rasa empatinya terhadap sesama.

Kamu harus membuat kesepakatan bersama dengan istri dan anak, kapan waktu yang pas khusus untuk keluarga, dimana saat itu tidak ada anggota keluarga yang sibuk dengan gadgetnya sendiri namun saling mengungkapkan isi hati dan kerinduan untuk saling memberikan perhatian.

Quality time merupakan sarana yang dibentuk berkat kesepakatan bersama tanpa membebani satu sama lain. Dengan kesadaran bersama bahwa setiap anggota keluarga membutuhkan perhatian dari anggota keluarga yang lain, maka pergunakan quality time tersebut dengan sebaik-baiknya.

Kamu harus mulai berfikir tentang prioritas dalam keluarga, mana itu kebutuhan pokok dan mana itu kebutuhan sekunder, sehingga waktu kamu tidak semuanya tersita untuk mencari uang guna memenuhi semua kebutuhan itu, namun masih memilik ruang dan luang waktu untuk berinteraksi terhadap keluarga.

Banyak Perceraian Terjadi Karena Kurangnya Quality Time Dalam Keluarga.

Tingginya tingkat perceraian terutama di kota besar, banyak diakibatkan kurangnya komunikasi dua arah antara suami dan istri. Bahkan dalam satu rumahpun mereka hanya bisa berkomunikasi lewat media sosial karena minimnya waktu bersama dalam kehidupannya sehari-hari.

Tentu saja hal ini berdampak kurangnya rasa pengertian dan rasa senasib sepenanggungan untuk mengatasi masalah keluarga secara bersama-sama. Semua memiliki rasa egois yang semakin tinggi, dan masing-masing pihak tidak mau disalahkan apabila terjadi sebuah masalah atau kendala dalam rumah tangga.

Kembali lagi bahwa quality time sangat dibutuhkan dalam keharmonisan keluarga. Jangan buang sia-sia waktu luang kamu untuk kesenangan kamu sendiri. Tengoklah pasangan kamu dan anak-anak kamu, diskusikan dan komunikasikan dengan rasa kasih sayang untuk menjalani hidup bersama dalam setiap kondisi baik itu suka maupun duka.

Quality time sendiri tidak membutuhkan waktu yang lama seperti berjam-jam atau berhari-hari, semua itu tergantung kesepakatan dan komitmen bersama dari semua anggota keluarga untuk menyisihkan waktu bersama agar terjalin hubungan mesra antar anggota keluarga.

Isilah quality time itu dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan menyenangkan agar segala beban kerja dan tanggung jawab lainnya yang belum terselesaikan bisa terasa ringan dan tidak menjadi batu sandungan dalam keharmonisan keluarga.

Keluarga yang harmonis tidak selalu terjadi pada keluarga yang mampu memenuhi semua keinginan gaya hidup, namun keharmonisan itu bisa terwujud dalam keluarga yang anggotanya memiliki rasa saling menghargai dan mengerti bahwa mereka tidak hidup sendiri namun ada orang lain disampingnya yang peduli dan siap membantu setiap saat dalam mengatasi masalah hidup.

Bangunlah keluarga yang bahagia dan harmonis sekarang juga dengan memberikan waktu yang berkualitas bagi semua anggota keluarga agar terhindar dari pertengkaran dan perceraian.

Kolom Komentar >>BukaTutup