29/12/16

Peranan Keluarga Terhadap Sikap Kepedulian Dalam Masyarakat

peranan keluarga; sikap kepedulian; peranan keluarga dalam masyarakat;

Peranan keluarga sangat penting bagi anggotanya untuk membangun sikap, tingkah laku serta rasa kepedulian dalam masyarakat.

Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan orang tua pada umumnya dalam mendidik anak-anaknya agar memiliki sikap kepedulian dan rasa kekeluargaan terhadap saudara kandung maupun masyarakat sejak kecil.

Peranan Keluarga Dalam Membangun Karakter Anggotanya.

Keluarga memiliki peranan sebagai sumber non formal dalam membentuk karakter serta watak seseorang. Sikap baik dan buruk bisa dilihat dari bagaimana peranan orang tua memberikan contoh serta mendidik anak-anaknya untuk menjadi pribadi yang baik.

Keluarga adalah harta yang paling berharga karena di dalam keluarga ada segudang ilmu yang tidak pernah habis untuk mendewasakan setiap anggotanya.

Keluarga adalah satuan terkecil dalam lingkungan masyarakat yang didalamnya berisi beberapa anggota yang saling membutuhkan dan tergantung satu sama lain.

Arti Sebuah Keluarga Sebagai Tempat Membangun Kepedulian.

Setiap anggota keluarga memiliki peranan dan fungsi masing-masing untuk melengkapi satu dengan yang lainnya. Ini adalah kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan yang memiliki kekurangan dan kelebihan.

Kelebihan dan kekurangan adalah pembeda dari setiap pribadi manusia sebagai makhluk ciptaan yang unik. Perbedaan bukan menjadikan pangkal persoalan melainkan menjadi sumber untuk saling melengkapi satu sama lain, sehingga keluarga tersebut dapat berjalan dengan harmonis.

Hal tersebut diatas jelas memperlihatkan bahwa arti keluaga adalah tempat untuk mebangun rasa kepedulian dan kebersamaan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota keluarga.

Keluarga sendiri yang memiliki makna sebagai satuan kecil dalam masyarakat dengan sifat ketergantungan setiap anggota keluarga tentu saja menjadi alasan untuk menanamkan kepedulian satu dengan yang lain atau masyarakat. Tanpa kepedulian maka fungsi saling melengkapi tidak bisa berjalan dengan baik dan justru bisa menjadikan perpecahan dalam rumah tangga.

Keluarga sebagai kelompok terkecil dalam masyarakat merupakan tempat yang paling krusial untuk menanamkan rasa kebersamaan baik terhadap saudara kandung maupun masyarakat luas. Keluarga sebagai titik awal membangun sifat dan karakter setiap pribadi manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian telah menunjukkan fungsinya yang sangat penting bagi keberadapan manusia itu sendiri.

Selain sebagai sumber munculnya sifat seseorang, keluarga juga berfungsi sebagai tempat berlindung dari segala ancaman luar. Fungsi ini akhirnya menuntut setiap anggota keluarga untuk memiliki sikap saling membatu dan melindungi. Sikap ini juga merupakan dasar manusia sebagai makhluk sosial yang harus melindungi lingkungan sekitar tanpa melihat suku, agama, maupun ras.

Nila-Nilai Ajaran Keluarga Sebagai Peranan Dalam Menumbuhkan Rasa Kepedulian Terhadap Sesama.

  • Nilai Ajaran Menanamkan Sikap Menghormati Orang Tua.
  • Setiap orang tua akan mendidik anaknya untuk bisa menghormati orang tua, hal ini juga menjadi ajaran seluruh agama bahwa orang tua adalah sosok yang harus dihargai dan dihormati. Nilai ajaran ini bersifat umum dan universal dan berlaku hampir di semua tempat di negara manapun.

    Penanaman nilai sikap menghormati ini tentu saja akan terbawa kedalam kehidupan sosial yaitu masyarakat. Orang akan menghormati orang lain yang lebih tua sebagai pribadi yang patuh serta hormat kepada orang yang dituakan.

    Sikap patuh dan saling menghormati yang dibangun dari keluarga akan menciptakan suasana yang lebih aman dan nyaman dalam lingkungan masyarakat luas. Sikap tersebut memberikan efek yang positif dalam pola pikir masyarakat terhadap orang lain sebagai sikap yang saling mengerti dan menghargai.

  • Nilai Ajaran Seorang Kakak Harus Melindungi Adiknya.
  • Orang tua akan menanamkan kepada kakak untuk melindungi adiknya. Hal ini mencerminkan sikap agar yang kuat untuk menjaga dan melindungi yang lemah serta sikap kepedulian dan toleransi kepada kaum yang lemah.

    Mellindungi yang lemah dan tertindas adalah nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya. Dengan nilai perlindungan ini maka kerukunan serta kebersamaan akan menjadi pemandangan yang indah dalam masyarakat yang dirindukan oleh seluruh umat manusia.

  • Nilai Ajaran Suami Menafkahi Keluarga.
  • Peranan suami dalam rumah tangga adalah sebagai sosok pelindung, pengayom serta penggerak roda keluarga agar berjalan dengan selaras. Menafkahi adalah tanggung jawab besar yang harus diemban oleh seorang suami dalam menggerakan rumah tangganya.

    Nilai ini menanamkan rasa tanggung jawab terhadap nasib orang lain di sekitarnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan lingkungan sekitar. Rasa kepedulian akan nasib orang lain menjadi bagian moral sosial yang harus terbentuk agar tercipta kegotong royongan dalam masyarakat.

    Di era modern ini, hal menafkahi tidak menjadi peran utama suami namun sudah menjadi bagian tanggung jawab bersama antara suami dan istri untuk memenuhi kebutuhan meteriil keluarga. Hal ini menjadi momen untuk saling membantu dalam keadaan suka dan duka dalam kehidupan rumah tangga maupun lingkungan sekitar.

  • Nilai Ajaran Istri Mengurus Keperluan Rumah Tangga.
  • Istri sebagai ibu rumah tangga memiliki peranan sebagai penyelaras dalam rumah tangga. Ketika suami sibuk mencari nafkah, maka istri berperan sebagai sosok yang mengurusi rumah tangga.

    Istri akan melengkapi peran kepala rumah tangga dalam menyiapkan apa yang diperlukan dalam rumah tangga baik itu makanan, keperluan harian hingga kebutuhan anak dan suami.

    Nilai ini menjadikan dasar pribadi seseorang untuk menjadi penyelaras dalam kehidupan masyarakat sebagai orang yang berada diposisi tengah sebagai patner untuk menggerakan sebuah kehidupan sosial yang sangat dinamis.


Masih banyak nilai ajaran keluarga yang bisa dijadikan dasar pembentukan karakter untuk saling peduli terhadap sesama. Keluarga sebagai sel paling kecil dalam masyarkat memiliki fungsi yang sangat luar biasa terhadap kehidupan peradaban manusia. Bagaimana keluarga menjadi sentral terbentuknya karkater serta pribadi manusia yang tidak lepas dari kehidupan bersama satu dengan yang lain.

Pentingnya keluarga sebagai unit yang paling kecil, maka perlu kesadaran seluruh pribadi masyarakat agar menjadikan keluarga sebagai tempat pendidikan non formal yang secara output akan memberikan nilai positif dalam masyarakat sehingga tercipta kelompok yang memiliki rasa saling peduli, memiliki, mengayomi dan melengkapi segala kelebihan dan kekurangan orang alin.

Kolom Komentar >>BukaTutup