16/01/17

Anak Terlambat Bicara Disebabkan Oleh Beberapa Faktor Utama

Anak terlambat bicara biasanya disebabkan oleh beberapa faktor utama yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut akan sangat mempengaruhi kemampuan anak untuk berbicara secara normal jika tidak diperhatikan dengan baik.

anak lambat bicara; penyebab anak terlambat bicara; faktor utama anak lambat bicara;

Usia batita atau sekitar 1,5 tahun biasanya anak sudah bisa mengucap beberapa kata seperti mama, papa, ini, itu dan beberapa kata lainnya. Orang tua biasanya sudah mulai mengerti apa yang dimaksud atau diucapkan oleh si anak.

Dalam perkembangannya anak usia 2 tahun sudah bisa merangkai dua kata untuk memperlihatkan kemauannya kepada sesuatu seperti makanan atau barang mainan. Anak sudah bisa mengerti kata-kata benda serta perintah yang diucapkan oleh orang tua atau orang dewasa di sekelilingnya.

Pada usia 3 tahun ke atas anak sudah bisa mengucapkan beberapa kata yang terangkai dalam satu kalimat. Anak sudah bisa jelas menjawab pertanyaan dari orang tuanya atas peristiwa yang ia alami sebelumnya.

Apabila di usia 3 tahun ke atas anak belum bisa menjawab dengan jelas dan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat jawab atau kalimat tanya, maka anak tersebut bisa digolongkan mengalami keterlambatan bicara.

Faktor penyebab utama yang menyebabkan anak terlambat untuk berbicara atau mengucapkan kalimat dengan jelas sesuai dengan usianya biasanya disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang mempengaruhi keterlambatan anak untuk berbicara antara lain:

  • Kelainan Pada Otak.
  • Menurut beberapa penelitian anak bisa mengalami keterlambatan dalam mengucapkan kalimat dengan jelas karena ada gangguan pada perkembangan otak si anak. Gangguan ini akan mempengaruhi sistem kerja pada lidah, mulut atau rahang.

    Gangguan ini tergolong dalam ketidaknormalan pada organ tubuh yang berhubungan dengan alat bicara. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dikonsultasikan kepada dokter spesialis yang bisa menangani dan mengobati masalah tersebut.

  • Kelainan Pada Alat Pendengaran Anak.
  • Proses belajar anak diawali dengan melihat dan mendengar. Untuk hal mengucapkan kata atau berbicara, anak akan lebih banyak menyerap dari suara-suara yang ada di sekelilingnya seperti kata-kata dari orang tua atau saudara-saudaranya.

    Anak akan merekam setiap kata yang ia dengar ke dalam otaknya untuk selanjutnya ia tiru  dan ucapkan dalam bentuk kalimat yang ia pahami. Cara untuk melakukan uji pendengaran sendiri bisa dilakukan dengan memanggil si anak atau memberikan perintah-perintah secara lisan tanpa ada gerakan fisik agar bisa mengetahui apakah anak bisa mendengar secara normal atau tidak.

    Apabila ada kelainan pada alat indera pendengaran, maka secepatnya bisa dikonsultasikan kepada dokter spesialis agar bisa dilakukan penanganan sejak dini baik itu dengan melakukan terapi atau menggunakan alat bantu pendengaran.

    Apabila terjadi gangguan sejak lahir pada alat pendengaran anak secara permanen, maka sikap orang tua bisa memasukkan anak ke dalam sekolah berkebutuhan khusus agar tetap bisa berkomunikasi dengan orang lain.

Faktor Eksternal yang sering mempengaruhi keterlambatan anak untuk berbicara secara normal.

  • Orang Tua Kurang Komunikatif Kepada Anak.
  • Banyak sekali kasus yang ditemui  pada anak yang terlambat bicara, dikarenakan sikap orang tua yang kurang komunikatif kepada anak. Hal ini biasanya terjadi karena kesibukan orang tua pada pekerjaan atau urusan lain sehingga jarang melakukan komunikasi secara intensif kepada anak.

    Banyak orang tua merasa senang ketika melihat anak bisa bermain sendiri dengan tenang dan tidak menangis. Padahal hal tersebut kurang baik bagi perkembangan anak dari segi interaksi dengan orang lain dan kemampuannya untuk berbicara. Bila anak keseringan main sendiri, maka asupan kosakata pada anak akan berkurang sehingga kemampuan anak untuk merangkai kalimat akan menjadi terhambat.

    Oleh sebab itu jika hal tersebut menjadi sumber kendala anak untuk bisa berbicara maka sebaiknya orang tua mulai membenahi hubungan dengan anak terutama dalam hal komunikasi agar anak tidak tertinggal dengan anak-anak seusianya.

  • Kurang Ruang Terbuka Untuk Bermain.
  • Faktor eksternal lainnya yaitu kurang ruang bermain bagi anak di tempat terbuka. Kebanyakan keluarga sekarang banyak mendiamkan anak di dalam rumah dengan berbagai permainan yang kurang merangsang anak untuk berlatih berbicara.

    Padahal dengan bermain di tempat terbuka, maka segala panca indera anak akan berkerja termasuk pendengaran. Dengan gerak tubuh pada anak saat bermain di tempat terbuka akan merangsang keceriaan anak yang disertai dengan ucapan-ucapan spontan  yang akan membangkitkan semangat anak untuk berbicara.

    Untuk kasus ini solusinya adalah mengajak anak untuk bermain di tempat-tempat terbuka yang aman dan terdapat banyak anak-anak kecil di tempat tersebut. Hal ini penting agar anak bisa berlatih berinteraksi dengan anak-anak sebayanya.

  • Terlalu Banyak Menonton Televisi.
  • Anak yang terlalu keseringan nonton televisi dan menghabiskan waktu bermainnya dengan menonton film kartun biasanya akan mengalami keterlambatan bicara. Apalagi jika anak sering menonton acara film kartun yang tidak memakai bahasa ibu, sehingga anak akan kebingungan dalam mengucapkan kata secara tepat.

    Selain asupan kata yang membingungkan dengan banyak menonton televisi, anak akan lebih pasif karena lebih banyak mendengar daripada berinteraksi dengan orang lain.

    Untuk mengatasi hal tersebut orang tua harus lebih aktif untuk mengajak bermain anak-anak dengan melakukan permainan yang memancing gerak tubuh, agar merangsang otak anak untuk melakukan kontak baik mata maupun komunikasi secara verbal.

Memiliki anak yang berkembang secara normal tentu saja menyenangkan, karena ketika anak mengalami kendala dalam perkembangannya biasanya orang akan cemas dan bingung terutama saat anak sudah memasuki usia sekolah.


Oleh sebab itu bagi orang tua yang memiliki anak batita sebaiknya mulai memperhatikan perkembangan anaknya agar tidak terjadi keterlambatan dalam perkembangan baik secara verbal maupun motorik.

Dengan menjaga serta mengantisipasi faktor-faktor penghambat perkembangan anak, maka diharapkan anak dapat bertumbuh kembang sesuai dengan anak seusianya.

Kolom Komentar >>BukaTutup