14/01/17

Cara Anak Menyesuaikan Diri Pertama Kali Masuk Playgroup

Cara seorang anak untuk menyesuaikan diri saat pertama kali menginjakkan kakinya masuk ke playgroup memang bermacam-macam model. Ada anak yang dengan cepat menyesuaikan diri namun ada pula anak yang agak lambat dan butuh dampingan orang tua.

anak menyesuaikan diri; pertama masuk playgroup;

Usia 3-5 tahun biasanya orang tua sudah mulai memperkenalkan anak dengan kegiatan sekolah formal seperti playgroup. Dengan tujuan mengajarkan sosialisasi serta menambah kreativitas dan kecerdasan anak, orang tua biasanya mulai memasukkan anak ke kelompok bermain terdekat.

Hal ini tentu saja menjadi pengalaman baru serta suasana yang baru bagi si anak. Untuk pertama kali masuk, biasanya anak akan melakukan hal-hal tertentu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Apa saja kegiatan anak untuk menyesuaikan diri ketika pertama kali masuk playgroup? Yuk simak baik-baik pembahasan kali ini.

Penyesuaian Pertama: Anak Bermain Di Lingkungan Sekolah.

Pertama kali anak datang ke tempat playgroup biasanya mereka belum mau untuk masuk ke dalam kelas. Anak akan lebih senang untuk bermain-main di halaman kelas asyik dengan dirinya sendiri dan tempat mainan barunya.

Tahap ini adalah awal penyesuaian anak terhadap lingkungan baru, anak belum bisa bersosialisasi dengan orang-orang baru. Bagi anak yang pemalu biasanya ia akan selalu memegang tangan orang tuanya sebagai tanda ketidaknyamanan pada diri anak tersebut.

Hal ini adalah sesuatu yang wajar sebagai tahapan awal anak untuk belajar bersosialisasi. Ketika anak mau bermain di lingkungan barunya meskipun belum berinteraksi dengan orang lain tentu saja hal ini adalah sinyal positif sebagai tanda bahwa anak senang dengan lingkungan barunya.

Pendampingan orang tua dalam tahap awal ini memang diperlukan agar anak secara perlahan mulai nyaman dengan situasi baru dan mulai berinteraksi dengan teman-teman barunya.

Penyesuaian Kedua: Anak Tidak Mau Ditinggal Orang Tuanya.

Selain anak belum mau masuk kelas, biasanya mereka tidak mau ditinggal atau jauh-jauh dari orang tuanya. Anak akan selalu berada di samping orang tua karena belum bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Anak akan menangis jika tidak melihat wajah orang tuanya berada di dekatnya. Hal ini juga wajar terjadi apalagi si anak mendapat intimidasi dari teman-teman barunya yang lebih superior. Anak akan ketakutan dan meminta perlindungan dari orang tuanya.

Keterlibatan orang tua untuk membantu penyesuaian diri bagi si anak sangat dibutuhkan. Orang tua bisa mengajarkan kepada si anak untuk berkenalan dengan teman-teman barunya dan mengajak bermain bersama. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa nyaman dalam diri anak untuk bisa menerima orang yang baru dikenalnya.

Sebaiknya anak tidak perlu membawa permainan sendiri dari rumah, selain di tempat playgroup sudah banyak mainan hal ini perlu dilakukan agar anak tidak sibuk dengan alat mainannya sendiri dan tidak mau berinteraksi dengan teman-teman barunya.

Penyesuaian Ketiga: Anak Mulai Bermain Dengan Teman Barunya.

Pada tahap ini anak sudah mulai mengenal satu atau dua teman barunya. Biasanya laki-laki lebih senang bermain dengan laki-laki dan yang perempuan bermain dengan teman perempuan lainnya. Mereka mulai berinteraksi dan bermain bersama seperti mainan ayunan atau mainan yang lain.

Tahap awal ini anak terkadang belum mau ditinggal orang tuanya, anak tetap membutuhkan perlindungan dari orang tuanya. Secara kontak dan interaksi anak mulai mengalami kemajuan dengan bermain bersama teman-teman lainnya. Kehadiran orang tua lebih ke arah menjaga keamanan bermain pada anak-anak agar tidak terjadi kecelakaan atau perkelahian antar teman karena berebut alat mainan.

Penyesuaian Keempat: Anak Mulai Menerima Kehadiran Sosok Seorang Guru.

Tahap selanjutnya selain anak mulai bisa berinteraksi dengan lingkungan dan teman-teman barunya, anak akan mulai menerima kehadiran seorang guru yang akan mengajaknya bermain bersama. Anak-anak mulai terbiasa dengan hadirnya sosok orang dewasa baru dalam kehidupan bermainnya.

Biasanya guru akan mengajak interaksi bersama murid-murid barunya, peran orang tua mulai digantikan oleh kehadiran seorang guru yang akan selalu mengawasi dan menjaga anak-anak. Dengan berbagai cara dan permainan guru akan mencoba mencairkan suasana agar anak tetap nyaman dengan kehadirannya dan si anak bisa menerima guru tersebut dengan senang hati.

Lingkungan belajar mengajar mulai diisi dengan bermain antara guru dan muridnya. Anak-anak mulai mendengarkan perintah dan ajakan guru untuk melakukan aktivitas bersama seperti belajar mewarnai, makan bersama, cuci tangan dan lain sebagainya.

Penyesuaian Kelima: Anak Mulai Mau Ditinggal Orang Tua.

Tahap penyempurnaan dari penyesuaian anak terhadap lingkungan ketika pertama kali masuk playgroup atau kelompok bermain adalah anak sudah bisa bersosialisasi serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar baik itu teman-temannya maupun gurunya.

Anak mulai percaya diri dan berani untuk bermain sendiri tanpa peran serta orang tuanya karena sudah digantikan oleh sosok seorang guru. Anak mulai menunjukkan keceriaan dengan permainan-permainan yang diajarkan oleh gurunya.

Lambat laun anak mulai mau dilepas dan orang tua sudah bisa meninggalkan ruang kelas dan menyerahkan sepenuhnya kepada guru untuk mengajak bermain anaknya.

Tahap penyesuaian memang membutuhkan beberapa tahap serta waktu hingga anak betul-betul nyaman dan bisa ditinggalkan orang tua. Kemandirian anak memang perlu dibangun sejak dini agar kelak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tidak manja terhadap orang tuanya.


Itu tadi beberapa tahap yang biasanya dialami oleh anak-anak yang pertama kali masuk kelompok bermain. Peran serta orang tua dan kerja sama dengan guru perlu ditumbuhkan agar anak bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Semoga informasi ini bisa memberikan pencerahan bagi orang tua yang baru akan memasukan anaknya ke playgroup atau kelompok bermain.

Kolom Komentar >>BukaTutup