27/01/17

Menghadapi Anak yang Suka Memukul Teman atau Orang lain

Cara untuk menghadapi anak yang suka memukul teman atau orang lain tidak harus dengan memberi bentakan atau hukuman. Karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru akan membuat anak semakin marah dan meniru sikap orang tuanya. Memberi nasehat bahwa suka memukul adalah perbuatan yang tidak baik akan membuat anak bisa belajar menumbuhkan rasa empati kepada teman-teman atau orang lain.

anak suka memukul; anak memukul teman; mengatasi anak memukul

Berbagai karakter anak dalam masa perkembangan emosional bermacam-macam. Ada anak yang patuh, ada juga anak yang tidak mau mendengarkan perintah orang tuanya. Ada juga anak yang cerewet, ada juga anak yang pendiam. Ada juga anak yang alim dan santun, namun tidak sedikit pula ada anak yang sangat agresif dan suka memukul.

Dalam masa tumbuh kembang anak, banyak sekali faktor baik itu internal maupun eksternal yang sangat mempengaruhi terhadap pembentukan sifat dan karakter anak. Pada masa pertumbuhannya, seorang anak akan selalu memperhatikan lingkungan sekitar baik keluarga maupun tempat ia bermain sehari-hari. Contoh yang mereka dapatkan akan disimpan dalam memori dan sewaktu-waktu akan muncul sebagai respon dari lingkungan sekitar seperti yang pernah ia lihat dan dengarkan.

Itu tadi pengantar singkat tentang tumbuh kembang emosional anak. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba melihat faktor penyebab anak yang memiliki sikap agresif dan suka memukul. Sikap agresif dan suka memukul tersebut tentu saja disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal yaitu:

Lingkungan Keluarga.

Tempat belajar pertama bagi anak untuk mengenal lingkungan adalah keluarga. Ketika situasi keluarga tidak harmonis seperti sering terjadi pertengkaran antara suami dan istri, hal tersebut akan mempengaruhi psikologi anak dalam masa tumbuh kembangnya.

Anak akan menirukan sikap yang dipertontonkan oleh kedua orang tuanya. Secara psikologi anak akan menangkap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar bahkan ia akan menganggap itu sebagai suatu permainan. Anak akan sering memukul teman atau orang di dekatnya sambil tertawa layaknya anak yang sedang bercanda.

Selain apa yang dipertontonkan kedua orang tuanya, sikap orang tua terhadap anak juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Ketika orang tua sering membentak atau memukul anak, hal tersebut bisa menjadi pemicu munculnya sifat agresif pada anak. Jika hal tersebut dialami anak secara terus menerus, maka akan muncul rasa trauma pada anak tersebut.

Acara Televisi atau Media Elektronik Lainnya.

Anak menjadi suka memukul bisa juga disebabkan oleh tontonan televisi atau media elektronik seperti internet dan lain sebagainya. Dengan menonton adegan-adegan kekerasan tentu saja akan membuat anak berbuat hal yang sama. Ketika usia anak belum cukup umur untuk mencerna acara tersebut dengan baik maka adegan-adegan itu akan menjadi hiburan yang bisa ditiru dan bisa ia peragakan terhadap teman-temannya.

Ketika orang tua tidak hadir dalam situasi penuh perhatian dan menjelaskan kepada anak tentang apa yang ia tonton tentu saja anak tidak bisa membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang jahat. Oleh sebab itu keberadaan orang tua untuk membimbing dan mengarahkan perilaku anak sangat diperlukan.

Lingkungan Di Sekitar Rumah.

Anak senang memukul bisa juga disebabkan oleh faktor lingkungan sekitar seperti tetangga atau tempat ia bermain sehari-hari. Anak adalah sosok yang suka sekali meniru terutama pada anak-anak balita dan remaja yang secara psikologi masih butuh pendampingan dan pengawasan.

Memiliki teman yang suka marah atau memukul bisa menjadi contoh buruk bagi teman-teman yang lain. Anak akan lebih agresif jika mendapatkan lingkungan yang mendukung untuk hal itu. Kondisi lingkungan sekitar sangat berperanan dalam membangun sifat dan karakter anak, maka dari itu banyak orang tua yang mengisi waktu bermain anak dengan menyekolahkan di kelompok bermain yang lebih aman dan terdidik.

Kelainan Pada Komunikasi.

Banyak kasus dimana anak sering sekali memukul atau melempar sesuatu kepada orang tua karena ia kesal dengan dirinya sendiri. Kekesalan ini disebabkan oleh tidak adanya komunikasi dua arah antara anak dan orang tua.

Anak yang memiliki keterlambatan bicara, secara psikologi ia sama seperti anak yang lain yaitu memiliki keinginan terhadap sesuatu. Namun karena terkendala pada komunikasi, anak akan meluapkan emosinya dengan memukul atau melempar.

Itu tadi beberapa faktor yang mempengaruhi anak lebih suka memukul atau melempar sesuatu kepada orang lain. Kemudian bagaimana cara untuk menghadapi seorang anak yang suka memukul?

Berikut ini ada beberapa tips cara mengatasi anak yang senang memukul atau melempar sesuatu kepada orang lain.

Memberi Nasehat Secara Bijak.

Langkah awal selaku orang tua yang sedang mengatasi anak suka memukul adalah memberikan nasehat dari hati ke hati. Gunakan waktu luang seperti waktu sebelum tidur dengan memberikan nasehat baik secara langsung atau melalui cerita.

Cara ini bertujuan untuk menggugah rasa empati pada anak bahwa memukul adalah perbuatan yang kurang baik. Konsekuensi dari memukul adalah akan dibenci atau dijauhi teman-temannya. Dengan memberikan pengarahan serta nasehat dari hati ke hati diharapkan anak mampu menangkap pesan orang tua dengan baik.

Pada dasarnya anak memiliki sikap yang baik dan senang untuk bermain bersama orang lain, namun karena lingkungan yang kurang mendukung maka jiwa serta karakter anak bisa berubah. Oleh karena itu nasehat yang membangun baik secara emosional maupun sikap kepada orang lain akan membentuk pribadi anak yang lebih baik.

Memegang Kedua Tangan Anak Ketika Memukul.

Memegang kedua tangan anak sambil memberikan nasehat tentang manfaat tangan untuk hal-hal yang baik bukan untuk memukul akan membuat anak mengerti bahwa tindakannya adalah salah. Usahakan tatap matanya dengan penuh rasa sayang agar anak dapat mendengarkan dengan tenang serta emosinya bisa kembali redam.

Berikan contoh-contoh baik tentang manfaat tangan dan organ tubuh lainnya akan membantu anak memperbaiki sikapnya yang salah. Pelajaran kepada anak untuk berbagi dan berbuat baik kepada teman-temannya juga bisa memberikan stimulasi pada rasa kepedulian terhadap orang lain.

Memisahkan Anak dari Teman-Temannya.

Ketika anak sedang marah dan memukul temannya, maka segera pisahkan anak dengan yang lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar anak mampu mendengar nasehat orang tuanya dengan baik. Menjauhkan anak yang sedang marah dengan teman-temannya yang lain akan menjauhkan resiko yang tidak di inginkan terhadap anak tersebut dan teman yang lain.

Berikan posisi berdiri pada anak yang masih sulit untuk diatur. Biarkan anak berdiri di pinggir tembok untuk memberikan pengetahuan bahwa apa yang telah ia lakukan adalah perbuatan yang tidak baik.

Hindari tindakan-tindakan kekerasan pada anak, apalagi memarahi atau mencaci maki pada anak. Tetap fokus dan usahakan untuk memberikan nasehat dengan rasa sayang dan cinta. Tindakan memukul itu bisa terjadi karena anak tersebut belum mengerti bahwa perbuatannya dapat melukai orang lain. Anak menganggap tindakan itu sebagai tindakan yang wajar karena ia senang mencontoh dari lingkungan sekitarnya.

Mengalihkan Perhatian Dengan Hal Lainnya.

Ketika anak sedang marah dan memukul orang lain di dekatnya, usahakan untuk menenangkan emosi anak dengan mengalihkan perhatiannya kepada hal-hal lain. Usaha ini bertujuan untuk meredam emosi anak agar tidak lebih agresif.

Mendampingi anak dengan permainan lain akan membuat anak lebih tenang dan kembali normal. Ketika anak sudah tenang, orang tua bisa memasukan cerita-cerita edukatif tentang nilai-nilai kebaikan.

Ajak waktu bermain anak dengan melihat kegiatan-kegiatan positif lainnya seperti pertunjukan anak-anak atau acara-acara lainnya agar anak mulai menghilangkan kebiasaan buruknya.

Seiring dengan tumbuh kembang anak dan disertai nasehat serta ajaran tentang kebaikan, maka lambat laun akan membentuk pribadi anak yang lebih tenang dan meninggalkan kebiasaan buruknya seperti memukul atau melempar sesuatu kepada orang lain.

Artikel Menarik Lainnya:

5 Sikap Buruk

yang Sering

Dibenci Teman


Itu tadi beberapa faktor serta tips dalam menghadapi anak yang suka memukul atau melempar sesuatu. Semoga tulisan ini bermanfaat dan berguna bagi orang tua yang sedang mengatasi anak yang agresif dan suka memukul orang lain atau teman.

Kolom Komentar >>BukaTutup