22/01/17

Pendampingan Keluarga Dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Pendampingan keluarga pada pendidikan anak sejak usia dini memiliki pengaruh penting dalam membangun sikap serta mental kemandirian pada anak. Secara nonformal sebelum anak memasuki bangku sekolah, maka pendidikan dan perkembangan karakter anak menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnya. Keluarga menjadi ujung tombak pertama yang akan selalu mengamati setiap perkembangan anak sejak dalam kandungan.

pendampingan keluarga terhadap pendidikan anak usia dini
Ilustrasi Anak Belajar ©  Lakenheath.af.mil

Usia dini adalah masa keemasan bagi anak balita, karena pada usia dini anak sedang mengalami perkembangan baik secara fisik maupun otak. Keluarga memiliki peranan utama dalam mendampingi tumbuh kembang anak untuk menjadi pribadi yang mandiri, cerdas dan memiliki nilai-nilai kebaikan.

Ketika anak belum memasuki bangku sekolah, maka semua tanggung jawab anak masih terletak pada kedua orang tua secara penuh. Keluarga berkewajiban untuk selalu memfasilitasi dan mendampingi setiap perkembangan yang ada pada diri si anak.

Sejak dari kandungan orang tua seharusnya sudah memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak seperti memperdengarkan musik pada bayi sejak dalam kandung sebagai stimulus positif pada otak sang jabang bayi.

Berikut ini beberapa tugas penting orang tua atau keluarga untuk memberikan pendampingan serta pendidikan anak sejak usia dini.

Membantu Perkembangan Otak Anak.

Ketika bayi lahir hingga usia balita, semua alat indera akan berkembang dengan cepat. Bayi secara bertahap akan mencoba mengenal dunia dengan semua panca inderanya. Alat indera pertama yang berkembang adalah pendengaran dan penglihatan baru kemudian peraba, pengecap dan pembau/penciuman.

Kelima alat indera ini akan bisa bekerja dengan baik seiring dengan tumbuh kembang anak. Orang tua hendaknya selalu memperhatikan perkembangan alat indera anak dengan memberikan beberapa latihan agar berkembang dengan baik.

Pada usia bayi orang tua bisa memberikan stimulus dengan cara memberikan alat bunyi-buyian atau permainan yang memiliki warna terang untuk melatih perkembangan pada indera mata dan telinga. Stimulus tersebut secara tidak langsung akan membantu anak untuk melatih dalam mengolah sinyal dari luar dengan otaknya.

Ketika anak sudah berumur 1 tahun ke atas hingga 5 tahun, orang tua bisa melatih gerak motorik dan keseimbangan tubuh seperti memberikan latihan untuk meremas kertas, meniup lilin dan berjalan di jalur yang sempit atau melakukan olahraga bersama.

Ingat! Menurut penelitian bahwa 90% perkembangan otak dapat terjadi secara maksimal pada usia balita, jadi jangan sampai momen ini terlewatkan agar tidak menyesal dikemudian hari.

Memperkenalkan Bahasa Kepada Anak.

Ibarat kertas, bayi adalah sebuah kertas putih yang polos dan belum ada coretan apapun diatasnya. Maka dari itu setiap apa yang ia lihat dan dengar akan masuk ke dalam memorinya untuk mengisi otak yang sedang berkembang.

Pengenalan bahasa baku yang dipakai sehari-hari tentu saja akan mempermudah anak dalam belajar berbicara. Jangan mengajari bayi dengan berbagai bahasa, karena hal itu akan membuat anak menjadi bingung untuk menangkap kosakata yang benar dalam mengucapkan sesuatu.

Memberikan latihan berbicara, menambah kosakata dan pengetahuan hingga usai 5 tahun akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Ketika anak diberi kebebasan untuk mempelajari lingkungan sekitar dan orang tua selalu memperkaya kata dengan mengajak bicara serta menceritakan dongeng tentu saja akan menambah perbendaharaan kata pada anak.

Hal ini akan menguntungkan bagi si anak terutama ketika mereka sudah memasuki usia sekolah. Anak akan tampil lebih percaya diri dan mudah untuk bergaul dengan teman-teman barunya karena tidak terkendala masalah kemampuan bicara.

Membangun Kemandirian Pada Anak.

Pendidikan dari keluarga pada anak sejak usia dini memang memiliki peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Ketika anak sudah berusia 3 tahun, maka anak sudah bisa dilatih kemandirian untuk melakukan kegiatan sendiri seperti makan, memakai sepatu, memakai baju, mengambil mainan, memasukan mainan ke dalam wadah dan sebagainya.

Pendampingan keluarga dalam membimbing anak dan membangun kemandirian akan mampu untuk menciptakan anak yang lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Kemandirian ini akan sangat mendukung jika anak sudah memasuki usia sekolah karena sudah bisa beraktivitas di sekolahan secara mandiri.

Melatih Keberanian Anak.

Selain orang tua bertugas untuk melatih kemandirian, mereka juga harus memberi bekal semangat pada anak untuk memiliki keberanian agar mampu bersosialisasi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru.

Ketika anak tidak diajari untuk mengenal orang lain dengan baik, maka anak akan menjadi pribadi yang minder atau pemalu sehingga susah bergaul dengan teman-teman barunya. Oleh sebab itu sebaiknya keluarga secara sabar dan telaten harus mengajari anak bagaimana memperkenalkan pada lingkungan sekitar seperti anak-anak di tetangga sebelah atau kelompok-kelompok bermain lainnya.

Menggali Potensi Anak.

Tanggung jawab orang tua untuk mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini sudah menjadi tugas pokok yang diembannya. Oleh sebab itu keluarga harus mengenal secara baik potensi serta kelebihan dari anak agar bisa di bimbing dan dijadikan keahlian tersendiri bagi si anak dikemudian hari.

Anak balita adalah anak yang masih polos sehingga ia akan melakukan kegiatan yang ia senangi. Dari permainan serta tingkah laku sehari-hari anak akan memperlihatkan kemampuannya secara spesifik sebagai kesenangannya dan kelebihannya.

Meskipun usia balita belum bisa dipakai sebagai tolak ukur keahlian anak di kemudian hari, namun dengan mendampingi anak untuk melakukan sesuatu yang ia senangi tentu saja akan membantu anak dalam perkembangannya secara mental.



Itu tadi beberapa tugas pokok tanggung jawab orang tua serta keluarga dalam mendampingi pendidikan anak usia dini. Belaian kasih sayang serta curahan cinta dari kedua orang tua akan sangat membantu dalam perkembangan anak. Mereka akan menangkap ungkapan cinta tersebut sebagai saluran energi dalam belajar mengenal lingkungan sekitar dan mengembangkan kecerdasan dan proses tumbuh kembangnya.

Sumber Gambar © Lakenheath.af.mil

Kolom Komentar >>BukaTutup