04/01/17

Suami Mengasuh Anak Di Rumah Ketika Istri Kerja

Suami mengasuh anak dan istri kerja di kantor untuk mencari nafkah memang memiliki beban tersendiri bagi laki-laki. Kodrat lahir sebagai kaum adam untuk menjadi kepala keluarga dan mencari nafkah bagi istri dan anak-anaknya menjadikan permasalahan tersendiri jika ia harus tinggal di rumah mengasuh anaknya tanpa pekerjaan yang tetap.

suami mengasuh anak; suami di rumah; istri kerja; istri di kantor;

Tuntutan hidup yang semakin mahal menuntut pasangan muda untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Suami dan istri harus bersama-sama mencari nafkah agar cukup untuk membiayai kebutuhan keluarganya.

Tidak di pungkiri dengan beban biaya hidup yag mahal dan menuntut suami-istri bekerja, pada akhirnya banyak pasangan mudah yang menyerahkan anaknya untuk diasuh oleh mertua atau seorang pembantu.

Pada kasus lainnya, ketika kondisi tidak memungkinkan untuk menyewa pembantu atau minta tolong mertua dalam mengasuh anak, maka salah satu jalan yaitu suami atau istrinya harus keluar kerja.

Pertimbangan pekerjaan serta gaji sangat mempengaruhi keputusan tersebut. Ketika istri memiliki pekerjaan yang lebih menjanjikan serta gaji yang lebih besar, maka suami harus mengalah meninggalkan pekerjaannya demi mengasuh anak.

Hal tersebut akan memberikan tekanan tersendiri bagi suami. Meskipun pada awalnya berjalan seperti biasa, namun dengan berjalannya waktu hal ini bisa memicu permasalahan dalam keluarga. Suami merasa dirinya tidak memiliki tanggung jawab lagi sebagai kepala keluarga karena tidak mampu membiayai keluarganya. Sedangkan istri merasa memiliki beban yang lebih berat dibanding suami terutama dalam hal finansial.

Untuk menghindari konflik keluarga yang berujung pada perpecahan maka perlu ada beberapa kesadaran dari masing-masing pihak.

Suami Mengasuh Anak Sebagai Jalan Tengah Untuk Keberlanjutan Keluarga.

Kesadaran bahwa ini adalah kondisi terbaik saat ini yang harus dilakukan oleh suami akan membuat beban tersebut lebih ringan. Sambil mencari alternatif pendapatan dari suami tanpa meninggalkan anaknya menjadi solusi untuk tetap menumbuhkan semangat dalam diri suami.

Istri juga harus menyadari bahwa beban tanggungjawab yang harus dijalaninya,  itu dilakukan demi lancarnya roda ekonomi keluarga. Support istri terhadap suami sangat diperlukan, istri harus bisa memahami bawah kondisi suami yang belum bisa memberikan nafkah secara penuh bukanlah pilihannya, namun kondisi yang belum memungkinkan.

Kerja sama dan saling support antara suami dan istri menjadi satu penyemangat bagi kedua belah pihak dalam menjalani bahtera rumah tangganya.

Anak adalah harta titipan dari sang pencipta, jangan sampai anak menjadi beban bagi keluarga. Jalani keseharian keluarga seperti biasa penuh dengan canda dan tawa. Biarkan anak berkembang dengan dampingan orang tua sepenuhnya.

Suami Mengasuh Anak Bukan Pekerjaan Sebagai Pembantu.

Keberadaan suami tinggal di rumah untuk mengasuh anak buah hatinya bukan merupakan pekerjaan pembantu. Jangan sampai suami merasa dirinya sebagai pembantu, namun harus mampu menilai dirinya sebagai kepala keluarga yang mendampingi tumbuh kembang anak.

Istri juga tidak boleh memperlakukan suami seperti pembantu. Meskipun suami di rumah dan tidak bisa memberikan nafkah, namun ia telah memberikan peranan penting dalam keluarga khususnya perhatian kepada anak.

Pemahaman peran ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dan perselisihan satu sama lain. Bagaimanapun suami sebagai laki-laki akan tetap merasa dirinya sebagai kepala keluarga, dan istri meskipun ia bekerja dan mencari nafkah tetaplah sebagai pendamping suami baik dalam suka maupun duka.

Hal ini harus terus dipahami baik oleh istri maupun suami agar hubungan rumah tangga mereka tetap harmonis dan berjalan seperti biasa. Faktor ekonomi sudah ditentukan oleh Sang Pencipta, jadi tidak ada pilihan bagi suami atau istri untuk saling menyalahkan dan saling iri hati.

Istri Bekerja di Kantor Bukan Untuk Menggantikan Posisi Sebagai Kepala Keluarga

Suami tidak boleh tersinggung dan berkecil hati ketika harus berada di rumah untuk mengasuh anak. Istri kerja di kantor dan mencari nafkah bukan untuk menggantikan posisi sebagai kepala keluarga. Istri melakukan hal tersebut agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

Istri juga tidak boleh menginjak-injak martabat suami sebagai kepala keluarga. Meskipun istri memiliki hasil yang lebih dibanding suami, ia harus paham bahwa suami adalah pemimpin keluarga yang harus dihargai.

Hendaknya suami juga harus  memberikan support kepada istri bahwa kondisi ini bukan menjadi pilihannya dan berusaha untuk keluar dari permasalahan ini dengan mencoba mencari pekerjaan atau usaha alternatif sambil mengasuh anak.

Artikel Menarik Lainnya:

Minimnya

“Quality Time”

Dalam Keluarga



Jaman sekarang tidak mengikat siapa yang harus bekerja. Emansipasi wanita menghantarkan kondisi tataran dalam masyarakat bahwa tidak harus suami yang bekerja atau istri yang harus mengasuh anak. Semua bisa dikondisikan sesuai dengan keadaan masing-masing keluarga.

Namun di tengah emansipasi wanita, kodrat wanita sebagai ibu rumah tangga tetap melekat dan suami sebagai kepala keluarga juga menjadi tanggung jawab yang harus diembannya. Menjalin komunikasi dua arah antara suami dan istri akan menjadi penyelaras dalam hubungan suami-istri. Tetap berdoa dan berusaha agar dalam perjalanan rumah tangganya tetap berjalan dengan harmonis dan diberikan kelancaran dalam segala usahanya.

Memilih quality time yang bagus dalam keluarga akan memberikan kesejukan tersendiri dalam keluarga. Ambil momen-moment tertentu dimana suami dan istri bisa kembali ke peran masing-masing sebagai ibu rumah tangga dan kepala keluarga.

Kolom Komentar >>BukaTutup