05/01/17

Tips Khusus Mengasuh Anak Umur 3-5 Tahun Penuh Keceriaan

Tips khusus untuk mengasuh anak umur 3-5 tahun perlu diketahui para orang tua, terutama mereka pasangan muda yang tidak didampingi oleh orang-orang yang berpengalaman seperti mertua atau saudara.

mengasuh anak; anak 3-5 tahun; orang tua pengasuh anak

Mengasuh anak memang perlu tips khusus terutama ketika anak sudah mulai menginjak usia 3-5 tahun. Usia segitu anak sudah mulai aktif secara motorik maupun verbal. Anak mulai pintar berbicara serta memiliki keinginan yang bermacam-macam.

Keceriaan dan kemarahan mulai tampak jelas pada raut wajah anak-anak, mereka sudah belajar bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan memiliki ide-ide gagasan dalam bermain tanpa orang tua sadari. Ia akan melakukan ekspresi marah jika kemauannya tidak dituruti dengan menangis keras atau mengguling-nggulingkan badannya.

Setiap bayi yang lahir, mereka mulai menyerap segala informasi baik gerak-gerik atau suara dari lingkungan sekitarnya terutama dari kedua orang tua mereka. Banyak orang tua terkadang  heran ketika melihat anaknya yang sudah berusia 3-5 tahun bisa melakukan sesuatu yang mungkin tidak diajarkannya.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa selama pertumbuhannya, si bayi selalu memperhatikan dan merekam semua yang ada di sekitarnya. Maka tidak salah jika masa balita dikatakan sebagai masa keemasan bagi si anak untuk mengembangkan kemampuannya.

Usia 3-5 tahun anak sudah mulai menunjukkan keinginan terhadap barang atau mainan tertentu. Melalui media televisi atau media lainnya, anak mulai menangkap segala tingkah laku serta gerakan orang lain. Maka sering terjadi pada usia 3-5 tahun anak mulai banyak bertanya, mengatur bahkan protes ketika orang tuanya melakukan tindakan yang menurut mereka salah.

Untuk itu ada beberapa tips bagi orang tua yang sedang memiliki anak balita, agar tidak salah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Tips #1. Menjadi Pendengar Setia Bagi Si Anak.

Orang tua harus berperan sebagai pendengar setia bagi si anak. Pada usia 3-5  tahun anak sudah bisa mengucapkan beberapa kata dan menceritakan apa yang menjadi kemauannya. Mendengarkan adalah salah satu cara terbaik agar anak lebih percaya diri dan tidak minder dalam menyampaikan segala sesuatu.

Selain melatih daya ingat anak, dengan mendengarkan anak bercerita, maka secara tidak langsung orang tua sedang melatih kemampuan kosakata pada anak tersebut.

Anak akan lebih aktif untuk bertanya segala sesuatu yang ia lihat seperti barang-barang di rumah atau benda-benda asing yang baru ia lihat di luar rumah. Sebaiknya orang tua bisa menaggapi secara bijak apa saja yang ditanyakan oleh si anak.

Janga memarahinya ketika anak sedang menanyakan sesuatu, itu adalah hal yang alamiah untuk meningkatkan kemampuan si anak sesuai uasianya. Dengan memarahi atau membentak anak, maka hal itu bisa menghentikan kreativitas anak serta kemauannya untuk bertanya.

Tips #2. Melatih Untuk Mengenal Segala Sesuatu Dengan Benar.

Langkah pendampingan yang baik untuk anak usia 3-5 tahun adalah mengenalkan kepada anak segala sesuatu yang ada dilingkungannya dengan baik dan benar. Mengapa harus benar, karena pada usia balita mereka akan merekam informasi terutama dari orang tuanya. Sehingga dengan informasi yang benar maka akan membuat si anak bisa menangkap informasi tersebut dengan benar juga.

Orang tua sebaiknya jangan berbohong kepada anak, hal ini karena si anak belum bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. anak akan menerima informasi tersebut secara utuh, sehingga jika informasi yang disampaikan bersifat bohong maka hal tersebut akan diterima anak sebagai sesuatu yang benar dan akan ia simpan dalam memorinya.

Tips #3. Melatih Melakukan Sesuatu Untuk Membaca Kreativitas Serta Kesenangan Anak.

Usia anak umur 5 tahun adalah usia yang mendekati untuk menjalani pendidikan secara formal. Anak sudah mulai memperlihatkan kesenangannya terhadap sesuatu.

Orang tua harus bisa tanggap dan mengenal apa yang menjadi kelebihan serta kesenangan si anak. Dengan mengetahui apa yang menjadi kelebihan si anak maka diharapkan orang tua bisa memfasilitasi anak untuk mengembangkan kemampuannya tersebut.

Biarkan anak berkembang sesuai dengan kesenangannya, jangan paksakan ketika anak malas atau takut mengerjakan sesuatu yang diperintah orang tuanya. Usia balita adalah usia bermain yang bermanfaat untuk mengembangkan baik secara fisik maupun mental.

Maka dari itu jangan menjadikan anak sebagai bahan ujicoba orang tuanya dengan memaksakan melakukan keinginan yang tidak disenangi si anak.

Tips #4. Mengajak Anak Untuk Bersosialisasi.

Anak usia balita, mereka mulai bermain bersama teman-teman sebayanya. Meskipun belum secara penuh bisa saling berbagi, namun pada usia balita anak harus diajari untuk mengenal teman-teman seusianya untuk belajar bersosialisasi.

Ajak anak-anak bermain dengan tetangganya atau ajak ke tempat-tempat umum yang banyak anak-anak seusianya. Dengan melatih sosialisasi, maka anak akan cepat untuk berbicara dan membentuk karakter saling mengenal dan peduli dengan bermain bersama.

Bekali anak dengan nasehat-nasehat bagaimana berteman dan menghargai teman. Meskipun hal tersebut belum bisa ditangkap anak secara penuh, namun nasehat dan nilai-nilai kebaikan baik terhadap orang tua maupun teman bisa mulai ditanamkan.


Tips #5.  Memberikan Nilai-Nilai Kebaikan Melalui Buku Cerita.

Berikan kepada anak 3-5 tahun dengan ajaran kebaikan melalui buku-buku cerita untuk anak. Ajak anak untuk mendengarkan cerita atau dongeng dengan menambahkan nilai-nilai kebaikan. Usia anak yang sudah mulai mengenal orang lain perlu dibekali ajaran yang baik agar anak mulai paham bagaimana harus berbagi dan bermain bersama dengan teman yang lain.

Berikan cerita-cerita bergambar yang menarik agar anak lebih senang dan bisa menangkap pesan yang tersirat dari gambar tersebut. Pendampingan orang tua sangat diperlukan agar anak bisa menangkap maksud dari gambar itu.

Usia balita memang belum bisa menangkap semuanya dengan baik, namun secara lambat laun mereka akan mengerti dan tumbuh menjadi pribadi yang tahu bahwa ia harus berteman, menolong teman, berbagi dan lain sebagainya.

Orang tua sebaiknya hadir untuk mengembangkan empati anak dengan baik, agar dalam tumbuh kembangnya, si anak bisa menjadi anak yang tidak egois dan berlaku jahat terhadap teman atau orang lain.

Kolom Komentar >>BukaTutup