08/02/17

Cara Mengatur Keuangan Keluarga Dengan Baik Agar Harmonis

cara mengatur keuangan; keuangan keluarga; keluarga harmonis

Menjaga keharmonisan keluarga tidak hanya melulu tentang perasaan cinta saja, tetapi bagaimana cara mengatur keuangan keluarga dengan baik juga berdampak pada terwujudnya keluarga yang harmonis. Bagi kamu yang berpenghasilan pas-pasan atau memiliki gaji kecil atau menengah sekitar 2 juta sampai 3 juta per bulan harus pintar-pintar mengelola keuangan dengan baik agar tidak menimbulkan banyak beban atau hutang.

Hutang adalah jalan yang sering dipilih oleh orang yang memiliki penghasilan kecil. Kebutuhan yang terus meningkat dan tidak seimbang dengan pendapatan yang diperoleh tentu saja akan memaksa orang untuk mencari pinjaman agar kebutuhannya bisa terpenuhi. Namun jika hal ini terjadi dalam tempo waktu yang lama maka akan mengganggu keharmonisan keluarga karena hidupnya selalu dikejar-kejar hutang.

Mengelola keuangan keluarga dengan gaji minimum memang gampang-gampang susah, butuh mengorbankan beberapa faktor agar roda perekonomian keluarga tidak macet bahkan defisit. Berikut ini ada beberapa tips tentang cara mengelola faktor keuangan dalam keluarga dengan baik agar bisa terwujud keluarga yang bahagia dan harmonis.

Cara Mengatur Keuangan Keluarga Dengan Baik.

Mencari Pendapatan Tambahan.

Ketika gaji lebih kecil dari kebutuhan bulanan maka mau tidak mau harus mencari pendapatan tambahan. Mencari ide kreatif untuk mendapatkan uang tambahan adalah alternatif pilihan untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi keluarga.

Ketika gaji suami tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari maka peran istri diharapkan mampu untuk menjadi partner dalam mencari uang tambahan. Istri bisa mencari pekerjaan atau membuka usaha sampingan agar dapat menambah pendapatan keluarga.

Membudayakan Hidup Hemat.

Budaya hemat adalah tuntutan pokok bagi keluarga yang berpenghasilan pas-pasan. Hidup boros dan konsumtif tentu saja akan semakin memperburuk keadaan ekonomi keluarga. Setiap anggota keluarga harus betul-betul mengerti tentang kondisi keuangan keluarga dan tidak terlalu banyak menuntut untuk terpenuhi semua kebutuhan yang mungkin tidak terlalu penting.

Cara untuk mengatur keuangan keluarga agar tidak boros adalah harus lebih kreatif dan mandiri. Kebutuhan pokok seperti makan dan minum harus bisa disediakan secara mandiri tanpa harus beli di luar rumah yang tentu saja harganya lebih mahal. Ketika ada perabotan rumah yang rusak maka harus bisa mencari alternatif harga yang murah untuk memperbaikinya. Menghindari kebutuhan sekunder yang tidak penting juga menjadi cara terbaik dalam mengelola keuangan keluarga dengan gaji kecil.

Budaya hemat dalam pengeluaran harus didukung dengan sikap yang hemat. Menggunakan listrik secara sembarang dan cenderung boros adalah sikap yang kurang baik untuk membantu pengelolaan keuangan keluarga. Pergunakan perabotan elektronik secara bijak agar tidak terlalu boros, rawat baik-baik perabotan rumah tangga agar bisa lebih awet dan terjaga dengan baik.

Merencanakan Pengeluaran Bulanan Dengan Baik.

Perencanaan pengeluaran bulanan sangat diperlukan untuk mengetahui kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder setiap bulannya. Utamakan kebutuhan pokok adalah sikap arif dalam mengelola perekonomian keluarga agar tidak menjadi beban berat dalam rumah tangga.

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang bisa dikesampingkan terlebih dahulu jika keuangan belum mencukupi . Dengan menabung secara perlahan disela-sela tuntutan ekonomi yang tinggi maka kebutuhan sekunder tersebut lambat laun bisa terpenuhi.

Membuat daftar perencanaan akan membangun sikap disiplin dalam pengelolaan uang, melibatkan semua anggota keluarga dalam perencanaan keuangan menjadi solusi untuk membangun sikap hemat dalam keluarga serta mendidik anak-anak lebih kreatif dan mempersiapkan masa depannya lebih baik lagi.

mengelola keuangan; keuangan keluarga; perencanaan keuangan;

Menabung.

Memang sangat berat ketika gaji sudah pas-pasan tetapi masih dituntut untuk bisa menabung. Budaya menabung adalah salah satu cara untuk meletakan fondasi keluarga dalam posisi yang aman, ketika muncul kebutuhan mendesak dan sangat genting maka uang tabungan tersebut bisa menjadi penolong.

Menabung di saat kondisi ekonomi berkekurangan bisa dilakukan secara bertahap tidak harus rutin setiap gajian. Dengan menyisihkan sesuai dengan kemampuan maka lama-lama tabung tersebut akan terkumpul dengan jumlah yang lumayan. Konsekuensi dengan pendapatan yang minimal maka waktu atau periode menabung tidak bisa dilakukan secara rutin, pasti ada bulan-bulan tertentu dimana keluarga tidak bisa menabung sama sekali.

Hal tersebut tidak menjadi masalah, namun ketika ada bonus ekstra dari perusahaan tempat bekerja sebaiknya uang-uang itu bisa ditabung dan jangan dipakai  untuk kebutuhan sekunder yang tidak penting dan bersifat glamour. Utamakan kebutuhan pokok sebagai kebutuhan utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Itu tadi beberapa hal pokok yang harus dipenuhi agar perekonomian keluarga tetap terjaga dengan baik. Mengatur keuangan keluarga dengan benar tentu saja bisa mewujudkan keluarga harmonis dan bahagia. Sikap optimis dan kerja keras untuk mencari alternatif tambahan adalah solusi utama untuk menyelesaikan masalah gaji kecil yang minimum serta pas-pasan.

Artikel Menarik Lainnya:

Menggali Potensi Diri

Untuk Meraih Sukses


Pemahaman semua pihak untuk saling mendukung sangat diperlukan di saat situasi ekonomi keluarga belum stabil. Selalu berusaha dan berdoa agar menemukan titik terang dalam meningkatkan pendapatan juga perlu dilakukan untuk tercapai keluarga yang bahagia dan harmonis.

Sumber Gambar: www.pixabay.com

Kolom Komentar >>BukaTutup