14/02/17

Penjepit Baju yang Usang Demi Tuannya

Belajar dari lingkungan sekitar dalam memahami kehidupan, kadang mampu memberikan inspirasi tersendiri. Sebagai contoh terdekat adalah penjepit baju yang rela dirinya terkena hujan dan panas setiap hari demi memuaskan tuannya.-Cahayalentera.Com

karyawan swasta; penjepit baju

Belajar dari benda mati seperti “penjepit baju” dalam kesetiaannya untuk memuaskan tuannya dapat memberikan pelajaran penting dalam diri kita sebagai karyawan yang bekerja dibawah naungan seorang atasan atau pemilik perusahaan.

Penjepit baju dengan keterbatasannya, ia selalu setia untuk memegang erat baju agar tidak jatuh dan  kotor. Ia rela dirinya terluka hingga usang termakan panas matahari dan basah air hujan, untuk sebuah tujuan mulia dalam dedi kasih mengemban tugas sebagai penjepit baju.

Dalam kehidupan nyata, hal tersebut di atas bisa menjadi bahan perenungan terutama bagi karyawan yang belum memberikan kualitas secara penuh dari dalam dirinya untuk sebuah kemajuan perusahaan tempat mereka berkerja. Banyak karyawan yang selalu menuntut haknya untuk terpenuhi secara utuh tanpa memikirkan kualitas kewajiban yang telah mereka berikan bagi perusahaan. Mereka lebih menitikberatkan pada hasil pendapatan daripada perkembangan perusahaan yang sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan itu sendiri.

Ketika perusahaan memiliki kualitas karyawan yang baik dan memiliki totalitas kerja yang penuh disertai dedi kasih yang tulus, maka tentu saja perusahaan tersebut akan berkembang dan survive di tengah persaingan yang semakin ketat.

Memberikan kualitas kinerja yang baik menjadi tuntutan serta karakter yang harus muncul dari setiap karyawan. Sebab jika karyawan hanya bekerja ala kadarnya dan tidak memberikan kontribusi yang maksimal pada perusahaan tersebut, maka dia akan menjadi barang yang usang dan siap untuk dibuang. Baca: Wajib Baca!! Bagi Kamu yang Bosan Kerja!

Memberikan dedi kasih secara penuh seperti halnya penjepit baju yang siap terkena terik matahari akan membentuk sikap karyawan yang memiliki dampak positif baik bagi dirinya dan juga bagi perusahaan. Bahkan dengan sikap ketulusan dan memberikan kualitas penuh dalam dirinya untuk perusahaan bisa menjadi energi positif bagi teman-teman yang lain.

Dibalik sebuah loyalitas dan dedikasih, tentu seorang karyawan akan mendapatkan penghargaan tersendiri dari perusahaan baik itu kenaikan gaji atau jabatan. Itulah hak yang pantas bagi karyawan yang sudah memberikan dirinya untuk kemajuan perusahaan.

loyalitas, karyawan, swasta, atasan

Ciri Karyawan yang Memiliki Loyalitas Tinggi Bak Penjepit Baju yang Setia Menjaga Barang Tuannya.

    Bekerja Tepat Waktu.

    Salah satu ciri karyawan yang setia terhadap perusahaan adalah selalu mengerjakan sesuai dengan date line yang sudah ditetapkan. Mengerjakan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan seluruh kemampuannya untuk menciptakan hasil kerja yang maksimal juga merupakan ciri seorang karyawan yang memiliki loyalitas tinggi.

    Tidak Mengeluh Ketika Mengerjakan Tugas.

    Menjalani pekerjaan dengan penuh suka cita sebagai tantangan baru dalam dirinya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan juga merupakan sikap loyalitas. Sering mengeluh dalam mengerjakan setiap tugas tentu saja akan memberikan dampak negatif baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri.

    Mementingkan Tugas Pekerjaan Daripada Kepentingan Lainnya.

    Untuk memberikan dedi kasih penuh, seorang karyawan akan menunjukkan loyalitasnya dengan mementingkan tugas pekerjaan daripada kepentingan yang lain. Ketika ada keperluan yang bersamaan dengan pekerjaan yang sedang mereka emban, maka karyawan tersebut tetap mendahulukan pekerjaan utamanya. Namun jika dirasa kepentingan lainnya tidak bisa ditunda atau ditangguhkan maka karyawan tersebut akan secara terbuka meminta izin kepada atasan dengan alasan yang logis dan bertanggung jawab.

Ciri karyawan yang memiliki loyalitas tinggi seperti tiga hal diatas tentu saja akan tampak dari hasil kerja yang mereka lakukan. Menjadi pribadi karyawan yang bertanggung jawab dan menjalankan tugas dengan penuh suka cita akan menjadi poin tersendiri di mata perusahaan.

Belajar dari penjepit baju yang usang untuk memuaskan tuannya menjadi salah satu pelajaran hidup bahwa sebelum kita merasakan hasil yang maksimal maka diperlukan kinerja serta loyalitas yang tinggi. Menuntut hak terlebih dahulu daripada kewajiban yang harus dilakukan adalah sikap yang tidak mencerminkan loyalitas dan dedi kasih tinggi.

Sebagai karyawan, kita harus bisa memilah antara hak dan kewajiban. Perusahaan tentu saja akan memperhatikan setiap hak karyawan apabila kewajiban dari karyawan tersebut bisa berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kemajuan perusahaan.

Sumber Gambar: www.pixabay.com

Kolom Komentar >>BukaTutup