12/06/17

Hukuman Seorang Guru Kepada Siswa yang Memiliki Dampak Buruk


Kita masih sering mendengar peristiwa seorang guru yang menghukum anak didiknya dengan model kekerasan untuk menciptakan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut tentu saja sangat mempengaruhi psikologi anak terlebih jika tindakan kekerasan tersebut dilakukan didepan teman-temannya. Seorang murid akan merasa malu, tertekan dan sensitif karena dilihat orang banyak.

Tindakan hukuman dengan kekerasan tidak selalu membuat seorang murid akan jera dan berubah sikapnya, namun justru akan meninggalkan luka batin dan bisa terbawa hingga ia dewasa. Maka dari itu lebih baik hukuman yang diberikan oleh seorang guru harus dilakukan secara benar dan relevan.

Seorang guru bisa memberikan hukuman kepada anak didiknya untuk menciptakan kedisiplinan asal cara-cara yang dipakai relevan dan dapat menumbuhkan sikap positif atau perubahan yang lebih baik terhadap perilaku anak didik tersebut.

Selain itu hukuman yang dipakai sebaiknya tidak membahayakan mental dan fisik serta tidak terlalu over acting atau berlebihan.

Melihat fenomena hukuman kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru pada muridnya. Maka kita perlu melihat kondisi nyata sebetulnya apa saja yang menjadi pemicu seorang pendidik menghukum murid-muridnya?

  1. Berfikir bahwa dengan memberikan hukuman atau sanksi pada anak didik akan membuat jera dan tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.
  2. Mengikuti sebuah kebiasaan yang sudah menjadi tradisi ketika seorang guru mendapat hukuman yang sama ketika mereka menjadi siswa di masa kecilnya.
  3. Perilaku anak yang susah dikendalikan karena salah asuh oleh orang tuanya atau kondisi keluarga yang kurang harmonis sehingga mencari perhatian di tempat yang lain seperti sekolah.
  4. Perilaku orang tua yang posesif dan terlalu memberikan beban target yang terlalu tinggi kepada anak dan tidak segan untuk memberikan hukuman jika target tersebut tidak tercapai.
Beberapa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru kepada murid-muridnya:
  1. Menarik telinga.
  2. Memukul anak didik dengan benda seperti sapu, penghapus, penggaris.
  3. Memaki dengan kata-kata intimidasi dan menekan mental anak secara psikologi.
  4. Mempengaruhi anak didik lainnya untuk menjauhi dan mengejek dengan kata-kata yang bernada bully.
  5. Memberikan nilai yang lebih rendah dari sebenarnya.
  6. Memberikan tugas ekstra yang melebihi kemampuan si anak didik tersebut.
  7. Memberikan hukuman fisik seperti maju kedepan kelas dan berdiri hingga mata pelajaran selesai.
  8. Membuka kesalahan murid di depan teman-temannya.
  9. Memberi tugas kepada murid untuk menuliskan kata-kata yang mencerminkan sikapnya secara berulang-ulang.
  10. Menghukum anak untuk membersihkan halaman kelas dan ditonton teman-teman satu sekolahan.

Artikel Terkait

Kolom Komentar >>BukaTutup