14/06/17

Awas! Jangan Sampai Kamu Melakukan Hal Ini Ketika Menerima THR!


Hari raya keagamaan adalah momen yang spesial khususnya di kultur Asia seperti Indonesia. Orang akan berkumpul bersama keluarga atau sanak saudaranya untuk saling bertegur sapa, melepas rindu dan bermaaf-maafan.

Di Indonesia, budaya mudik dan kumpul keluarga adalah sebuah tradisi yang rutin dilakukan setiap atau menjelang hari raya keagaaman. Orang akan merasa  kecewa jika tidak bisa mudik dan kumpul keluarga ketika merayakan hari raya Agamanya. Hal ini karena mudik sudah menjadi kebiasaan yang melekat dan turun-temurun dilakukan sebagai bentuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

Selain mudik dan kumpul keluarga, ada hal lain yang tidak kalah penting dan selalu dinanti setiap karyawan ketika mendekati hari raya yaitu diterimanya uang Tunjangan Hari Raya (THR). Setiap merayakan hari raya keagamaan seperti lebaran, natal dan lain sebagainya, perusahaan tempat mereka bekerja biasanya akan memberikan tunjangan hari raya kepada karyawannya sebagai bonus untuk merayakan hari raya.

Tunjangan Hari Raya (THR) biasanya diterima mendekati perayaan keagamaan bagi karyawan yang merayakannya. Tunjangan ini merupakan gaji ekstra diluar pendapatan rutin yang mereka terima setiap bulannya.

Meskipun THR diterima sebagai pendapatan tambahan setiap tahunnya untuk kebutuhan mendekati hari raya, banyak orang yang melakukan hal buruk atau lupa terhadap sesuatu yang penting di lingkungan sekitarnya seperti:

Lupa Kepada Kaum Miskin atau Membutuhkan.

Ketika orang menerima THR, mereka lupa kepada kaum miskin atau membutuhkan. Mereka lupa bahwa THR yang mereka peroleh merupakan rejeki dari Tuhan sebagai sumber kebahagiaan hidup dan masih banyak saudara-saudara di sekitar mereka yang ingin merayakan hari raya juga namun tidak memiliki rejeki yang sama.

Perolehan rejeki yang tidak sama dari setiap individu bukan merupakan akibat dari kemalasannya, namun hal ini merupakan kesempatan yang diberikan dari Sang Pencipta bagi umat-Nya untuk saling berbagi dan peduli satu sama lain. Rasa kepedulian dan perhatian ini diciptakan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan mencitai satu dengan yang lainnya sebagai makhluk ciptaan-Nya yang mempunyai hati dan perasaan.

Kesempatan berbagi ini bisa dilakukan tanpa harus melihat nilai yang diberikan, namun seberapa niat dan ketulusan yang diberikan untuk orang lain yang bernasib kurang beruntung. Hal yang diberikan juga tidak harus dengan nominal yang besar atau barang yang berharga, tetapi bisa juga melalui sesuatu yang sederhana namun bisa memberikaan rasa kebahagiaan dan kebersamaan.

Lupa Orang Tua.

Orang terdekat yang sering terlupakan ketika orang menerima THR adalah orang tua. Orang akan asyik dengan dirinya sendiri hingga mengabaikan orang yang telah melahirkan dan membesarkannya. Meskipun orang tua tidak pernah meminta apapun, namun hendaknya anak tetap memberikan perhatian kepada orang tuanya untuk menikmati kebahagian itu bersama.

Perhatian yang diberikan kepada orang tua bisa dilakukan dengan hal-hal yang sederhana tanpa harus menghabiskan seluruh uang THR yang diterima. Dengan membelikan barang sederhana namun memberikan kesan perhatian kepada orang tua, hal tersebut sudah cukup dan tidak perlu berlebihan karena orang tua akan sangat maklum dengan kebutuhan anaknya.

Lupa Rumah Ibadah.

Hal ini yang juga sering dilupakan banyak orang ketika berada dalam kondisi senang seperti menerima THR yaitu lupa dengan tempat ibadah dimana mereka selalu memohon ketika sedang dalam kondisi susah dan kebingungan.

Ketika orang sedang susah atau bingung biasanya mereka lari kepada Tuhan untuk minta jalan keluar dan kekuatan agar bisa menghadapi segala rintangan hidup, namun ketika jalan tersebut sudah dibukakan dan rejeki sudah mereka peroleh kadang mereka akan mulai berhitung dengan Tuhan. Mereka kadang pelit untuk memberikan sebagian rejekinya bagi Tuhan yang telah membukakan semuanya bagi umat-Nya.

Padahal ketika orang menerima THR sebagai bonus perusahaan untuk kebutuhan hari lebaran, sebaiknya orang memberikan sebagian rejekinya untuk rumah ibadah sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Pemberi yang telah membukakan pintu rejeki baginya. Selain ungkapan syukur dan terima kasih, hal itu juga dilakukan untuk menunjukkan ketaatannya kepada-Nya dan berharap pintu rejeki itu selalu terbuka dan bahkan dilimpahkan berkali-kali lipat.

Membeli Barang yang Tidak Penting Demi Kepuasan Nafsu.

Ketika menerima THR, tidak sedikit juga orang yang menghabiskan uangnya untuk membeli sesuatu yang tidak penting. Karena selama setahun menahan nafsu untuk membeli barang tertentu yang sebetulnya tidak terlalu mendesak, akhirnya mereka memaksakan diri membeli barang tersebut setelah terima uang THR sebagai ajang balas dendam.

Hal ini seharusnya tidak perlu, setiap uang THR yang diterima sebaiknya dipergunakan sebaik mungkin untuk keperluan-keperluan yang sangat penting dan  bermanfaat. Jangan sampai orang lupa saat situasi sulit dan kebingungan untuk mencari pinjaman karena dana yang mereka miliki sangat terbatas atau tidak ada sama sekali untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak sekali.

Lupa Menabung.

Hal yang sering juga dilupakan adalah menabung. Orang beranggapan bahwa uang THR adalah uang untuk bersenang-senang membeli barang yang mereka sukai. Momen hari raya dijadikan ajang untuk pamer atas barang-barang baru yang mereka beli. Lebih parah lagi orang mewajibkan harus membeli sesuatu yang baru di hari raya dan justru lupa tentang makna dari hari raya itu sendiri.

Menabung adalah sesuatu yang sangat penting. Jangan mentang-mentang lagi terima uang, maka dengan seenaknya menghabiskan uang itu sekaligus dan tidak memikirkan kebutuhan lain yang lebih penting dan menjadi prioritas dalam hidupnya di masa yang akan datang.


Itu tadi beberapa hal yang mungkin terjadi pada diri Anda atau orang lain ketika menerima uang tunjangan hari raya. Untuk itu tulisan ini mengajak kalian semua untuk teringat kembali dan tidak berlaku boros terhadap rejeki yang sedang kalian terima. Hari raya bukan menjadi ajang pamer dan berpesta pora, namun hari raya adalah momen untuk mensyukuri atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya serta mendekatkan diri lebih erat kepada Sang Pencipta dan kembali ke jalan yang telah ditunjukkan-Nya.

Sumber Gambar: www.flickr.com

Artikel Terkait

Kolom Komentar >>BukaTutup