07/09/17

Mengembangkan Bakat Untuk Mencapai Kesejahteraan Hidup

memaksimalkan bakat; kesejahteraan hidup;
Mengembangkan Bakat Untuk Mencapai Kesejahteraan

Halo sobat cahayalentera.net, Apakah saat ini kamu telah menemukan bakat yang melekat pada dirimu? Bakat adalah harta yang diberikan Sang Pencipta untuk bekal hidup kamu dalam mengarungi kehidupan ini. Banyak orang yang sampai usia dewasa belum menemukan bakatnya, kenapa bisa demikian?

Megembangkan bakat yang dimiliki seseorang bisa dipakai untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Tetapi bagaimana mungkin? Sampai saat ini saya tidak mengetahui bakat saya? Sebuah komentar orang yang tidak bisa mengenal dirinya dengan baik.

Sobat sekalian, disini ada cerita menarik yang bisa kita pakai untuk menggambarkan diri kita saat ini.

Ada seorang Tuan tanah yang kaya raya, ia adalah orang yang disiplin, kemauan keras, pantang menyerah dan suka sekali dengan tantangan tetapi dia tidak segan-segan untuk memberikan hukuman pada orang yang curang dan tidak mau menuruti kemauannya. Dengan karakter itu, akhirnya ia sukses dan memiliki harta yang melimpah.

Pada suatu saat, ia melihat 3 anak muda yang sedang menganggur dan duduk-duduk di pinggir gang sambil merokok dan mengobrol kesana-kemari. Melihat 3 orang tersebut maka si Tuan tanah memberikan tantangan pada orang-orang tersebut.

Hai anak muda, maukah kalian saya beri modal usaha tetapi jika kalian gagal maka saya akan menghukum setimpal dengan kerugian yang saya derita?.

3 orang tersebut menyanggupi dan menerima tantangan tersebut, tetapi ada 1 orang yang kelihatan ragu akan tantangan tersebut.

Mendengar jawaban 3 anak muda tersebut, akhirya si Tuan tanah memanggil mereka ke rumahnya dan dipanggil satu per satu.

Anak muda Pertama dipanggil dan ia diberi modal 100jt oleh Tuan tanah tersebut dengan pesan singkat: "Ambil uang ini dan dalam 1 tahun saya akan kembali memanggilmu untuk meminta uang saya kembali."

Anak muda Kedua juga dipanggil dan diberi uang 50jt dengan pesan yang sama seperti anak muda 1.

Anak muda Ketiga yang kelihatan ragu-ragu juga dipanggil dan diberi uang 15jt dengan pesan yang sama seperti anak muda 1.

Sepulang dari rumah Tuan tanah tersebut, ketiga anak muda tersebut akhirnya mulai memanfaatkan uang tersebut untuk usaha. Tetapi anak muda yang ketiga merasa ragu dan takut menerima hukuman dari Tuan tanah tersebut maka ia menyimpan uang tersebut di tabungannya dan akan dikembalikan setelah 1 tahun kemudian ketika Tuan tanah itu memintanya.

Satu tahun berjalan, Tuan tanah kembali memanggil 3 anak muda tersebut dan mempertanyakan uang yang pernah diberikannya.

Anak muda pertama datang dan bercerita: “Tuan, uang yang Anda berikan dulu saya belikan beberapa ekor sapi dan saya kembangkan. Kini sapi itu sudah berjumlah banyak dan ini uang 100jt dari Anda beserta ungkapan terima kasih, maka saya serahkan 200jt untuk Anda”. Maka senanglah Tuan tanah itu dan bilang kepada anak muda itu: Hebat anak muda, kamu adalah anak yang pintar dan cerdas. Sebetulnya saya tidak meminta lebih dari apa yang saya berikan.

Anak muda kedua datang dan bercerita: “Tuan, uang yang Anda kasih dulu saya belanjakan beberapa unit motor bekas dan kini usaha saya semakin berkembang. Terima kasih Tuan dan ini saya kembalikan uang Anda beserta ungkapan terima kasih dari saya sebanyak 100jt. Maka Tuan tanah itu bilang: Hebat anak muda, kamu adalah orang yang pintar dan cerdas, sebetulnya saya tidak meminta lebih dari apa yang saya pinjamkan waktu itu.

Anak muda ketiga datang sambil tertunduk: “Tuan, saya tahu Anda orang yang baik hati dan pekerja keras. Anda orang yang tidak meminta lebih dari apa yang Anda berikan, maka dari itu uang itu saya simpan di bank dan ini saya kembalikan utuh seperti semula”. Maka Tuan tanah itu marah dan berkata dengan nada keras: “Hai anak muda yang bodoh dan malas! Tidakah kamu cukup beruntung diberi modal 15jt. Apakah tubuhmu tidak mampu membuatmu berkembang dan maju? Apakah otakmu tidak bisa berjalan dengan semestinya?

Halo sobat cahayalentera.net, dari cerita diatas tadi dimanakah posisi kita sekarang ini? Apakah kamu menjadi anak muda pertama dan kedua atau justru menjadi anak mudah yang ketiga?

Kadang kita tidak bersyukur dan menyadari bahwa telah diberikan begitu limpahan rahmat oleh Sang Pencipta dengan tubuh dan pikiran yang sehat. Apakah itu tidak menjadi modal yang cukup untuk bangkit dan bergerak maju?

Jangan Lewatkan Artikel Menarik Lainnya:

Menguji Kesabaran di Tengah Kemiskinan


Mengembangkan Bakat Untuk Kemapanan Hidup

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi janganlah kita justru terbelenggu pada kekurangan. Terus mengasah kemampuan dan bakat dalam diri adalah modal utama untuk bisa bertahan hidup di tengah perkembangan zaman saat ini.

Menyerah adalah kata yang menyesatkan dan bisa membawa pada keterpurukan hidup. Menatap ke depan dan melihat sesuatu dari sisi positif akan menciptakan masa depan yang lebih cemerlang.

Kembangkanlah bakat yang ada dalam diri kamu untuk menentukan nasibmu di masa mendatang, jangan ragu dan malu jika bakat kamu bukan sesuatu yang membanggakan di mata orang lain. Tetapi dengan ketekunan, maka kelebihan kamu akan menjadi sesuatu yang lebih cemerlang dibanding orang lain yang tidak pernah mengenal bakatnya.

Salam sukses selalu!

Kolom Komentar >>BukaTutup