04/09/17

Menguji Kesabaran Di Tengah Kemiskinan

optimis; semangat; terus berjung;
Menguji Kesabaran di Tengah Kemiskianan

Menguji sifat kesabaran sesorang di tengah kemiskinan memang bisa menjadi tolak ukur rasa optimis dalam menjalani kehidupan. Ada orang yang tahan terhadap ujian tersebut, tetapi tidak sedikit pula orang yang putus asa bahkan berujung pada maut dengan mengorbankan nyawanya sendiri.

Halo sobat cahayalentera.net.

Apakah saat ini kamu sedang dirundung masalah ekonomi?

Apakah saat ini kamu kesulitan mencari pekerjaan?

Apakah saat ini kamu sedang depresi karena masalah ekonomi?

Yuk, baca dulu kalimat-kalimat di bawah ini agar kita kembali semangat untuk menjalani kehidupan ini, meskipun harus melewati masa-masa sulit di tengah kemiskinan.

Apakah Betul Kita Sedang Miskin?

Sebuah pertanyaan dasar yang dipakai untuk mengembalikan jati diri kita sebenarnya. Apakah betul saat ini kita sedang jatuh miskin? Apakah sebetulnya kemiskinan itu?

Kemiskinan bisa bersifat materiil maupun immateriil. Ketika kita berbicara materiil maka mungkin saja saat ini kita sedang miskin karena tidak memiliki harta yang berharga, bahkan untuk kehidupan sehari-hari kita masih berjuang dengan susah payah. Tapi sampai saat ini kamu masih bisa hidup kan? Masih bisa menghirup udara? Masih bisa makan meskipun sangat sederhana?

Bukankah itu membuktikan kamu tidak miskin? Tapi kamu sedang miskin batin karena terlalu meratapi nasib dan menginginkan sesuatu yang lebih mewah menyandingi kemewahan orang-orang di sekelilingmu?

Miskin Batin Adalah Sumber Permasalahan Hidup Kamu.

Miskin batin adalah perasaan yang membawa kamu pada kondisi putus asa dan tidak mau berusaha lagi, seolah-olah dunia ini sudah menutup pintu rezeki kamu. Apakah saat ini kamu sedang miskin batin? Yuk bangun, lihat sekeliling kamu saat ini juga...

Apakah betul kamu susah mencari rezeki saat ini? Banyak orang menilai kemiskinan dari materi, ketika orang tidak memiliki apa-apa maka mereka dikategorikan sebagai orang tidak mampu dan miskin. Tetapi apa sebetulnya yang membuat mereka bisa jatuh miskin?

Ayo bangun, bangkit dan semangat lagi, mentari pagi selalu bersinar untuk menerangi dunia ini agar hidup lebih berwarna dan memiliki makna sesungguhnya. Jangan lagi kamu bermalas-malasan, bermimpi di siang bolong, melamun meratapi nasib tanpa melakukan usaha apapun. Itulah namanya miskin batin, sumber biang kerok kemiskinan material yang menimpa pada dirimu.

Miskin batin membuat orang putus asa, tidak punya harapan, meratap dan menangisi situasi tanpa memberikan solusi. Teruslah bekerja dan berusaha, sehingga kamu menjadi kaya dan tegar meskipun di tengah kemiskinan secara material.

Menguji Kesabaran Untuk Menjadi Manusia yang Kuat.

Menguji rasa kesabaran di tengah kondisi yang sesak seperti himpitan ekonomi akan menjadi sarana manusia menjadi kuat secara mental. Tidak ada halangan yang membuatnya takut karena sudah merasakan rasa paling pahit dalam kehidupan ini.

Bagi kamu yang sekarang ini sedang putus asa karena pekerjaan, uang, kedudukan dan sebagainya. Janganlah berdiam diri saja, bekerjalah dan berusahalah secara maksimal maka kesuksesan itu akan datang kepadamu, kemiskinan dalam batinmu akan hilang dan mendatangkan kesejahteraan dalam kehidupanmu ke depan.

Tetap semangat dan terus berjuang!

Semangat dan Optimis Adalah Kekayaan Non Materiil Paling Mahal.

Ada cerita singkat seorang pemuda yang selalu mengeluh setiap hari, Ia merasa tidak memiliki apa-apa. Ia selalu menggerutu dan meratapi nasibnya karena tidak memiliki modal apa-apa untuk usaha. Maka datanglah orang kaya dan bilang kepada pemuda tersebut.

Orang Kaya: “hai anak muda, maukah kamu saya kasih uang 100 juta tapi saya ambil kedua mata kamu”.

Kemudian anak muda tersebut berteriak:

Anak Muda: “Gila!, Kalau mata saya diambil terus bagaimana saya bisa melihat? Tidak!”.

Orang Kaya “Kalau begitu kedua tangan kamu? Bagaimana”.

Anak muda itu semakin marah dan berdiri sambil mengusir orang itu.

Anak Muda: “Pergi sana! Tidak perlu kamu memberi saya uang, karena saya butuh sekali tangan ini”.

Orang Kaya itu akhirnya pergi, namun sebelum meninggalkan anak muda itu ia berpesan:

Orang Kaya: “Nak, Sebetulnya kamu ini orang kaya, masih memiliki mata dan tangan dengan normal. Coba kamu lihat ini meskipun saya ada uang 100jt tetapi saya tidak bisa melihat seperti kamu”.

Teman-teman, apakah rela tangan kamu dipotong demi 100 juta? Pasti tidak!

Hal itu menunjukkan bahwa kamu memiliki kekayaan yang tidak terbatas harganya yaitu tubuh kamu sendiri. Ketika ada orang yang menghargai mata kamu dengan 100 juta maka kamu akan menolaknya karena mata adalah harta kamu yang tak ternilai.

Jangan Lewatkan Artikel Menarik Lainnya:

3 Kunci Meraih Sukses


Di dalam tubuh kamu ada semangat dan optimis, Itulah harta kamu yang tidak tampak tapi bernilai sekali harganya. Oleh itu, di tengah kemiskinan yang sedang menghimpit kamu saat ini tetaplah semangat dan optimis. Tuhan telah memberi kamu kekayaan tak ternilai untuk berjuang, bekerja dan berusaha. Jadikanlah kekayaan tak ternilai tersebut menjadi sumber kesejahteraanmu dan kebahagiaan orang di sekeliling kamu saat ini.

Tetap berjuang dan berusaha!

Kolom Komentar >>BukaTutup